becky's posts with tag: aku&harrypotter

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag aku&harrypotter
Blog Entryi remember vividly...Harry & MeNov 7, '07 6:42 PM
for everyone

Jadi, dimulai dari aku berkeliaran di gedung yang cukup familiar, sepertinya gedung sekolah ku sewaktu SD. Tapi bentuknya circular, dan warnanya putih semua…dan kita pun
bagaikan murid-murid yang sudah berumur kuliahan, tetapi memakai baju seragam hari jumat yang biasa aku kenakan di sekolah smp ku dulu; baju muslim putih-putih.
Kita disini adalah aku dan orang-orang sekitar ku yang mukanya belum aku kenali.
Kita sedang foto-foto memakai kamera digital pocket, tepatnya aku yang menjadi “tukang” foto. Lalu kemudian tanpa ada kejadian apapun, para murid berbaris memanjang kebelakang  dan akhirnya saking banyaknya manusia, barisan itu jadi terus menyambung. Jadi sewaktu aku berputar 360 derajat, aku bisa melihat semua
barisan itu menyambung.
Aku bingung. Tapi barisan itu belum rapih, teman-temanku layaknya anak sd, masih ribut dan tertawa.
Lalu aku jalan mengarungi barisan-barisan itu. Sewaktu aku jalan, langsung saja dipikiran ku, akan terjadi sesuatu.
Kemudian aku terhenti dan melihat
kelakuan aneh 3 teman ku. Aryo, Indra dan Dimas; saya kenal mereka dari SMP.
Mereka berbaris kebelakang dan saling mengikat tangan mereka.
Aku Tanya, “ buat apa?”,
Indra menjawab,”supaya kita tidak terpisah, kalau dia datang?”,
dengan heran aku Tanya lagi, “dia siapa?”
Sebelum mereka menjawab, aku pun sudah terbawa arus dengan orang-orang yang berdesakan.
Bagaikan murid sd yang mencari teman sekelasnya. Aku mencari barisan ku.
Lalu aku melihat salah satu teman baikku yang sepertinya sudah lama sekali aku tak berjumpa. Namanya Dina Kusumawardhani.
Aku menyapanya, dan dengan mukanya yang ra
mah dia langsung bergeser dan memberikan tempat untuk berdiri disebelahnya.
Saat itu seragam ku sudah berubah menjadi seragam hari senin, kemeja putih dan rok sd putih yang mekar itu. Dan posisi kita saat ini, diam dengan barisan menyamping.
Seolah-olah disepatuku ada magnet. Dan badanku digerakan bagaikan pion catur.
Tak lama kemudian, barisan bergerak. Dan aku mulai dibelakangnya dina. Masih dalam pikiran ku, akan terjadi sesuatu.
Sewaktu barisan berjalan melaju, aku mulai mencondongkan badan ku ke depan, ke mengarah untuk membisikkan sesuatu ke telinga kirinya Dina. Aku mulai membisikkan sesuatu kepadanya,
“sebenarnya din, Aku tahu….akan terjadi sesuaaaaaaaaaa…….”
Sebelum aku menyelsaikan kalimat ku, mahluk Dementor sedang menarikku ke belakang, dan seperti mencekik leher ku.
Tidak ada pandangan apapun, serasa sesak dadaku. Seakan aku mengerti apa yang dirasakan Harry Potter saat berjumpa dengan Dementor.
Setelah menahan nafas, dan menguatkan b
adanku dari tarikan mautnya.
Aku pun terlepas darinya,
Aku sadar, ada Dumbledor dihadapanku.
Beliaulah yang telah membantu ku terlepas dari Dementor.
Dumbledor membawa ku ke salah satu ruangan kelas. Dan berjumpa dengan gadis kecil. Anak kecil itu menenangkan aku. Setelah aku sadari, ternyata ruangan kelas ini bernuansa jepang. Terlihat dari mejanya yang pendek, dan gulungan tikar bamboo yang menjadi alas tempat dudukku. Terdapat pula jendela minimalis besar full kaca untuk melihat keluar yang dirimbuni pepohonan hijau dan ladang yan
g cukup luas.

“wah, cantiknya…..”kata ku.
Namu pandangan ku lama kemudian terganggu dengan munculnya dari kejauhan 2 pria besar memakai pakaian football dan sedang berlari menuju ke kaca tempat ku sedang duduk.
Aku ketakutan. Takut akan kedua pria besa
r itu lari menghantam kaca.
Benar.
2 pria besar itu, menabrak kaca dan tetap berlari menuju keluar kelas.
Aneh sekali pria pria itu.
Tetapi teteap saja, Dumbledor dan gadis kecil tenang.
Dumbledor, mengatakan “kau akan dilindungi oleh harry potter.”
“Kau akan menemaninya mencari ibu dan adiknya.”
“dan, aku akan berikan tongkat ini untuk kau pergunakan”
aku terkejut apa yang dikatakan Dumbled
or.
Tapi sepertinya tidak ada waktu untuk terkejut, karena saat itu juga aku berjalan berdampingan dengan Harry. Iya Harry, panggilan akrab semua orang kepadanya.
Lalu sampailah kita dihadapan seorang ibu muda dengan potongan cepak yang cukup modern dengan warna rambut emas. Dalam pikiran ku, bukan ini ibunya Harry.

Tanpa perlu diperintah lagi, ada sesuatu dibenakku yang mengatakan aku harus membantu wanita itu.
Sekali lagi Benar.
Wanita cepak itu meminta bantuan untuk menolong anaknya
yang masih balita.
Tidak jelas berapa umurnya. Tidak jelas meminta bantuan apa.
Firasat ku hanya membawa Ibu dan anak ke tempat lain.
Dalam sekejap, aku duduk dbelakang Harry, sedang menaiki Sapu terbang dan melaju kencang sekali. Mungkin Nimb
us 2000-nya.

Tentu Ibu dan anak tidak tertinggal.
Ternyata sapu itu bisa mengangkat 4 orang.
Tongkatnya cukup panjang dan cukup kuat.
Penerbangan itu cukup lama. Aku bisa merasakan kakiku menggantung dan terkibas angin. Aku benar-benar terbang. Aku berseru kegeringan.
“yeahhhhhhhhhhhhh”
Hentakan awan yang dilewati sangat terasa.

Kencangnya sapu yang dikendalikan harry betul-betul mencengangkan.
Kakiku yang terus terhembus angin mulai kedinginan dan terasa beku.
“Owh Shoot!!!, Dang it!” aku terkejut. Mataku terbu
ka lebar.
aku mengambil selimut yang berada disampingku dan membenarkannya untuk menutupi kakiku. Aku lihat jam, ternyata masih jam 2 pagi.
Mimpi ku Seru sekali dan tidak bisa kulanjutkan kembali.









© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Modified from Mediterranean by John Whittet.
Originally on the CSS Zen Garden.
Used and Modified with permission from the author.